Seperti yang sudah kita ketahui bahwa ISO hanya berisi persyaratan atau pasal-pasal saja, tetapi ISO tidak berisi “how to” atau bagaimana cara penerapan dari masing-masing persyaratan yang telah di tetapkan. Hal ini terjadi karena ISO diterapkan oleh berbagai jenis bidang industry, seperti : Jasa, Manufacturing, Trading, Kesehatan, Asuransi, Pendidikan, Perbankan, dan lain-lain. Oleh karena itu cara penerapan dari persyaratan di sesuaikan dengan karakter jenis industry sehingga lebih fleksible.
Meskipun ISO tidak menetapkan “how to” dari persyaratan, namun masih terjadi kekeliruan dalam penerapan persyaratan yang disebabkan oleh kurang memahaminya maksud dan tujuan dari persyaratan. Oleh karena itu hal terpenting ketika akan menerapkan persyaratan adalah harus terlebih dahulu mengkaji isi pasal agar kita bisa memahami tujuan dari persyaratan tersebut. Sebagai contoh, pada persyaratan ISO 9001:2015 pasal “8.2.3 Review of the requirements for products and services”. Maksud dari pasal ini adalah supaya organisasi memahami serta melakukan review atau kaji ulang terhadap persyaratan pelanggan terkait produk dan jasa. Tujuannya adalah supaya organisasi memastikan secara kemampuan apakah semua persyaratan pelanggan bisa dipenuhi serta mencari solusi terhadap atas persyaratan yang tidak bisa dipenuhi di internal organisasi / perusahaan. Kesimpulannya adalah jangan jangan sampai ketidakmampuan pemenuhan persyaratan baru diketahui ketika project sudah berlangsung tetapi sudah dilakukan antisipasi sejak dini sebelum project tersebut di terima dan disanggupi untuk dijalankan.
Contoh lain yaitu pada pasal “6.2 Quality Objectives and Planning to Achieve Them”. Maksud dari pasal ini adalah selain perusahaan harus menetapkan sasaran mutu juga harus menetapkan program kerja / rencana kerja agar sasaran perusahaan bisa tercapai sesuai target. Selain itu ISO pun mengajarkan supaya perusahaan tidak hanya fokus pada hasil akhir (target harus tercapai) tetapi harus menetapkan tindakan-tindakan apa saja yang perlu dilakukan untuk mendukung dalam pencapaian target tersebut. Dengan kata lain tidak hanya fokus pada hasil akhir tetapi juga harus mempertimbangkan bagaimana cara untuk mencapai target tersebut, termasuk penetapan sumber daya yang diperlukan dalam menjalankan program / rencana kerja tersebut.
Dengan memahami maksud dan tujuan dalam mengimplementasikan persyaratan, perusahan tidak hanya sekedar memenuhi pesyaratan tetapi akan merasakan manfaat- manfaat yang terkandung di setiap persyaratan ISO untuk peningkatan kinerja dan performa perusahaan. Semoga Bermanfaat
