Istilah 3G sudah tidak asing lagi dibeberapa perusahaan Jepang, 3G terdiri dari 3 suku kata yaitu: Genba = Actual Place (tempat), Genbutsu = Actual thing (benda) dan Genjitsu = Actual Situation (situasi). 3G ini dalam istilah management dikenal dengan Shop Floor Management atau Wokshop Management yang artinya manajemen dengan cara melihat proses kerjanya langsung dilokasi kejadian.
Secara mudahnya arti dari Genba adalah “kunjungan” atau “peninjauan langsung turun ke lapangan untuk mencari data/fakta”. Dalam kontek penyelesaian masalah, Genba berarti datang langsung ke lokasi “on the spot” area dimana terjadi masalah untuk melihat langsung kejadian dan melakukan identifikasi fakta-fakta yang ada terkait dengan masalah yang terjadi. Seperti halnya seorang polisi atau detektif ketika mengungkap sebuah kasus, mereka melakukan investigasi dengan cara datang langsung ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) serta memeriksa beberapa saksi. Demikian juga ketika terjadi masalah di lingkungan kerja kita, hal pertama yang harus dilakukan adalah melihat langsung ke tempat di mana masalah terjadi.
Dalam konteks ini Genbutsu artinya barang yang bermasalah, kembali pada kaitannya ketika menyelesaikan sebuah masalah adalah kita harus melihat actual benda/barang yang bermasalah. Kita melakukan pengamatan serta menganalisa terhadap barang yang bermasalah tersebut, adakah ketidaksesuaian pada benda kerjanya, adakah keanehan pada produk yang dihasilkan, apa penyebab yang menimbulkan sehingga barang tersebut bermasalah. Dengan melihat langsung pada barang yang bermasalah, maka potensi kita untuk memahami detail masalah dan solusi perbaikannya menjadi lebih mudah dibandingkan dengan mendengarkan laporan dari orang lain. Karena bisa jadi informasi yang kita dapatkan dari orang lain hanya bersifat persepsi, bukan factual. Jika sudah demikian akan terjadi kesalahan dalam melakukan analisa dan pengambilan kesimpulan penyebab masalah yang pada akhirnya berdampak terhadap pengambilan tindakan perbaikan yang kurang tepat. Setiap tindakan korektif harus dipastikan efektifitasnya dan parameter sebuah tindakan sudah termasuk kategori tindakan korektif adalah bilamana masalahnya tidak berulang kembali. Oleh karena itulah konsep Genba dan Genbutsu menjadi sangat penting artinya ketika kita mengatasi sebuah masalah. Setidaknya untuk menghindari kesalahan analisa, menarik kesimpulan penyebab masalah dan menetapkan tindakan perbaikan yang dilakukan.
Genjitsu berarti kondisi saat itu atau dengan kata lain melihat permasalahan berdasarkan kondisi actual. Setelah kita melakukan 2G yaitu Genba dan Genbutsu, turun ke lapangan melihat kejadian pada barang yang bermasalah, maka kita akan memahami kondisi yang sebenarnya terjadi pada benda yang bermasalah tersebut, dimana masalahnya, apa penyebab masalahnya, siapa yang membuat produk sehingga terjadi masalah serta factor-faktor apa saja yang mengakibatkan hal tersebut terjadi serta kemungkingan apa yang bisa dilakukan untuk penganggulanngannya.
Itulah 3 hal (Genba, Genbutsu dan Genjitsu) yang bisa diterapkan dalam mengatasi permasalahan yang terjadi, kesimpulan yang bisa diambil adalah kita tidak bisa mengambil sebuah tindakan perbaikan tanpa melihat langsung masalah yang terjadi dilapangan, barang yang bermasalah serta kondisi yang sebenarnya terjadi pada benda yang bermasalah, bisa mengetahui akar penyebab masalah kemudian setelah itu kita bisa mengambil keputusan tindakan perbaikan yang tepat untuk mengatasi masalah yang terjadi.
Semoga Bermanfaat
Nanang S. Hadisaputra
